Cara aplikasi menghitung penyusutan garis lurus
Metode yang dipakai adalah garis lurus bulanan: jumlah yang sama tiap bulan. Dipilih karena mudah dicek dengan tangan dan mudah dijelaskan ke investor.
Rumus
Harga perolehan dikurangi nilai sisa, dibagi masa manfaat dalam bulan, dibulatkan ke bawah ke rupiah penuh.
Penyusutan per bulan dikali jumlah bulan sejak bulan perolehan, termasuk bulan ini.
Harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.
Contoh 1: etalase tanpa nilai sisa
Etalase kaca dibeli 5 Juli 2026 seharga Rp 4.800.000, masa manfaat 48 bulan, nilai sisa Rp 0. Penyusutan per bulan = 4.800.000 dibagi 48 = Rp 100.000.
| Bulan | Penyusutan | Akumulasi | Nilai buku |
|---|---|---|---|
| Juli 2026 (bulan perolehan) | Rp 100.000 | Rp 100.000 | Rp 4.700.000 |
| Agustus 2026 | Rp 100.000 | Rp 200.000 | Rp 4.600.000 |
| September 2026 | Rp 100.000 | Rp 300.000 | Rp 4.500.000 |
| Juni 2030 (bulan ke-48) | Rp 100.000 | Rp 4.800.000 | Rp 0 |
| Juli 2030 dan seterusnya | Rp 0 | Rp 4.800.000 | Rp 0 |
Contoh 2: motor dengan nilai sisa
Motor bekas dibeli 12 Agustus 2026 seharga Rp 9.600.000, nilai sisa Rp 1.200.000, masa manfaat 60 bulan. Dasar penyusutan = 9.600.000 dikurangi 1.200.000 = Rp 8.400.000, jadi penyusutan per bulan = 8.400.000 dibagi 60 = Rp 140.000. Setelah 60 bulan, nilai bukunya berhenti di Rp 1.200.000, tidak turun sampai nol.
Aturan pembulatan
Kalau pembagian tidak bulat, semua bulan memakai hasil pembulatan ke bawah, dan bulan terakhir menyerap sisanya. Contoh: harga Rp 5.000.000, 36 bulan, nilai sisa Rp 0. Per bulan Rp 138.888 selama 35 bulan (total Rp 4.861.080), lalu bulan ke-36 sebesar Rp 138.920. Jumlah seluruhnya tepat Rp 5.000.000. Tidak ada rupiah yang hilang atau tercipta.
Kapan penyusutan berhenti
- Setelah masa manfaat habis. Aset tetap tampil di daftar dengan nilai buku sebesar nilai sisa.
- Mulai bulan pelepasan. Bulan aset dilepas tidak lagi disusutkan, karena bulan itu sudah memuat laba atau rugi pelepasan.
- Aset dengan masa manfaat 0 tidak pernah disusutkan. Nilai bukunya selalu sama dengan harga perolehan.
Di mana angkanya muncul
- Halaman Aset Tetap: kolom Penyusutan/bln, Akumulasi, dan Nilai buku per aset, serta kartu Penyusutan bulan ini dan Penyusutan tahun berjalan (berlabel tahunnya, misalnya Penyusutan 2026).
- Laporan laba rugi: baris Penyusutan Aset di bawah Laba Operasional. Untuk rentang tanggal yang bukan bulan penuh, penyusutan dihitung proporsional menurut jumlah harinya.
- Tutup buku: baris Penyusutan Aset di pratinjau, dan rincian per aset di daftar biaya. Saat bulan dikunci, rinciannya dibekukan.
- Asisten AI: bisa menjelaskan penyusutan per aset untuk bulan tertentu.
Baca juga
- Mencatat aset tetap baruArti tiap kolom di formulir Tambah Aset Tetap, apa yang terjadi setelah Simpan, mencatat aset yang dibeli bulan lalu, serta aturan ubah dan hapus.Baca artikel
- Melepas aset yang dijual, rusak, atau hilangLangkah melepas aset, cara aplikasi menghitung laba atau rugi pelepasan, apa yang berubah setelah Simpan, dan cara membatalkan pelepasan.Baca artikel
- Saldo kas vs laba: kenapa untung tapi uang tipisPerbedaan laba di laporan dengan uang di kas, dijelaskan lewat kejadian sehari-hari di toko HP beserta angkanya.Baca artikel
- Membaca Preview P&L dan laba bersih bulananArti tiap baris laba rugi bulanan dan dari mana angkanya berasal.Baca artikel