Cara aplikasi menghitung penyusutan garis lurus

2 menit bacaDiperbarui
Untuk:Pemilik toko
Ringkasan
Penyusutan per bulan = (harga perolehan dikurangi nilai sisa) dibagi masa manfaat, dibulatkan ke bawah, mulai penuh di bulan perolehan. Bulan terakhir menyerap sisa pembulatan, bulan pelepasan tidak disusutkan, dan masa manfaat 0 berarti tidak disusutkan.

Metode yang dipakai adalah garis lurus bulanan: jumlah yang sama tiap bulan. Dipilih karena mudah dicek dengan tangan dan mudah dijelaskan ke investor.

Rumus

Penyusutan per bulan

Harga perolehan dikurangi nilai sisa, dibagi masa manfaat dalam bulan, dibulatkan ke bawah ke rupiah penuh.

Akumulasi penyusutan

Penyusutan per bulan dikali jumlah bulan sejak bulan perolehan, termasuk bulan ini.

Nilai buku

Harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

Contoh 1: etalase tanpa nilai sisa

Etalase kaca dibeli 5 Juli 2026 seharga Rp 4.800.000, masa manfaat 48 bulan, nilai sisa Rp 0. Penyusutan per bulan = 4.800.000 dibagi 48 = Rp 100.000.

BulanPenyusutanAkumulasiNilai buku
Juli 2026 (bulan perolehan)Rp 100.000Rp 100.000Rp 4.700.000
Agustus 2026Rp 100.000Rp 200.000Rp 4.600.000
September 2026Rp 100.000Rp 300.000Rp 4.500.000
Juni 2030 (bulan ke-48)Rp 100.000Rp 4.800.000Rp 0
Juli 2030 dan seterusnyaRp 0Rp 4.800.000Rp 0

Contoh 2: motor dengan nilai sisa

Motor bekas dibeli 12 Agustus 2026 seharga Rp 9.600.000, nilai sisa Rp 1.200.000, masa manfaat 60 bulan. Dasar penyusutan = 9.600.000 dikurangi 1.200.000 = Rp 8.400.000, jadi penyusutan per bulan = 8.400.000 dibagi 60 = Rp 140.000. Setelah 60 bulan, nilai bukunya berhenti di Rp 1.200.000, tidak turun sampai nol.

Aturan pembulatan

Kalau pembagian tidak bulat, semua bulan memakai hasil pembulatan ke bawah, dan bulan terakhir menyerap sisanya. Contoh: harga Rp 5.000.000, 36 bulan, nilai sisa Rp 0. Per bulan Rp 138.888 selama 35 bulan (total Rp 4.861.080), lalu bulan ke-36 sebesar Rp 138.920. Jumlah seluruhnya tepat Rp 5.000.000. Tidak ada rupiah yang hilang atau tercipta.

Kapan penyusutan berhenti

  • Setelah masa manfaat habis. Aset tetap tampil di daftar dengan nilai buku sebesar nilai sisa.
  • Mulai bulan pelepasan. Bulan aset dilepas tidak lagi disusutkan, karena bulan itu sudah memuat laba atau rugi pelepasan.
  • Aset dengan masa manfaat 0 tidak pernah disusutkan. Nilai bukunya selalu sama dengan harga perolehan.

Di mana angkanya muncul

  • Halaman Aset Tetap: kolom Penyusutan/bln, Akumulasi, dan Nilai buku per aset, serta kartu Penyusutan bulan ini dan Penyusutan tahun berjalan (berlabel tahunnya, misalnya Penyusutan 2026).
  • Laporan laba rugi: baris Penyusutan Aset di bawah Laba Operasional. Untuk rentang tanggal yang bukan bulan penuh, penyusutan dihitung proporsional menurut jumlah harinya.
  • Tutup buku: baris Penyusutan Aset di pratinjau, dan rincian per aset di daftar biaya. Saat bulan dikunci, rinciannya dibekukan.
  • Asisten AI: bisa menjelaskan penyusutan per aset untuk bulan tertentu.
Apakah artikel ini membantu?

Baca juga

Daftar isi Pusat Bantuan