Saldo kas vs laba: kenapa untung tapi uang tipis
Pertanyaan paling sering dari pemilik toko yang baru memakai pembukuan: laporan bilang untung, tapi kenapa uangnya tidak ada? Laba dan kas mengukur dua hal yang berbeda. Begitu Anda melihat bedanya, laporan jadi jauh lebih mudah dipercaya.
Dua cara mengukur
Omzet dikurangi HPP dan semua beban pada periode itu, apa pun status pembayarannya. Penjualan kredit dihitung penuh sebagai omzet di bulan penjualan. Penyusutan aset dan piutang macet ikut mengurangi laba walau tidak ada uang keluar.
Uang yang benar-benar masuk dikurangi uang yang benar-benar keluar. Tidak peduli transaksinya untung atau rugi.
Contoh kejadian sehari-hari
| Kejadian | Pengaruh ke laba | Pengaruh ke saldo kas |
|---|---|---|
| Jual HP Rp 4,2 juta (modal Rp 3,5 juta) secara kredit, DP Rp 1,2 juta | Laba kotor naik Rp 700 ribu di bulan penjualan | Naik Rp 1,2 juta saja. Sisa Rp 3 juta menunggu di Piutang |
| Pembeli mencicil Rp 500 ribu bulan depan | Tidak berubah, omzetnya sudah dihitung | Naik Rp 500 ribu pada tanggal cicilan |
| Beli stok 10 HP senilai Rp 40 juta | Tidak berubah sampai HP terjual (baru jadi HPP saat terjual) | Turun Rp 40 juta |
| Beli etalase Rp 4,8 juta, masa manfaat 48 bulan | Turun Rp 100 ribu tiap bulan selama 4 tahun | Turun Rp 4,8 juta sekaligus di bulan pembelian |
| Bulan berjalan tanpa transaksi aset baru | Turun sebesar total penyusutan bulan itu | Tidak berubah |
| Piutang Rp 1,25 juta dihapus buku karena pembeli hilang | Turun Rp 1,25 juta di bulan hapus buku | Tidak berubah |
| Tarik laba Rp 5 juta untuk kebutuhan pribadi | Tidak berubah | Turun Rp 5 juta |
Membaca kekayaan toko
Supaya uang yang berpindah bentuk tidak terlihat hilang, dashboard menampilkan komponennya berdampingan: Saldo kas, Nilai stok, Piutang beredar, dan Nilai buku aset. Jumlahkan keempatnya untuk mendapat gambaran kekayaan toko di luar utang. Saat Anda membeli etalase dari kas, Saldo kas turun dan Nilai buku aset naik dengan jumlah yang sama. Saat menjual kredit, Nilai stok turun, Saldo kas naik sebesar DP, dan Piutang beredar naik sebesar sisanya.
Kalau modul Investor & Bagi Hasil aktif, dashboard menampilkan penjumlahan itu sebagai kartu Total kekayaan toko. Total modal yang disetor investor tidak ada di kartu ini; lihat kartu Total Modal di halaman Investor.
Kebiasaan yang membantu
- Cek Saldo kas setiap tutup buku dan cocokkan dengan uang fisik ditambah saldo rekening.
- Lihat kartu Piutang beredar sebelum memutuskan belanja stok besar. Uang di sana belum bisa dipakai.
- Pisahkan tarik laba dari biaya toko. Uang yang Anda ambil untuk pribadi dicatat sebagai penarikan laba, bukan biaya, supaya laba toko tidak terlihat lebih kecil dari kenyataan.
- Barang yang dipakai bertahun-tahun (etalase, motor, komputer) dicatat sebagai aset tetap, bukan biaya, supaya laba bulan pembelian tidak jeblok.
Baca juga
- Apa itu saldo kas dan dari mana angkanyaPenjelasan angka Saldo kas di dashboard: cara aplikasi menghitungnya, transaksi apa saja yang menggerakkannya, dan apa yang sengaja tidak dihitung.Baca artikel
- Cara aplikasi menghitung penyusutan garis lurusRumus penyusutan bulanan, dua contoh dengan angka, aturan pembulatan, kapan penyusutan berhenti, dan di mana angkanya muncul.Baca artikel
- Piutang di dashboard, laporan, tutup buku, dan asisten AIArti angka piutang di tiap tempat: kartu Piutang beredar, baris Piutang Tak Tertagih di laporan dan tutup buku, export Excel, nota, dan jawaban asisten AI.Baca artikel
- Membaca Preview P&L dan laba bersih bulananArti tiap baris laba rugi bulanan dan dari mana angkanya berasal.Baca artikel